Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan
Jan1970
Dibuka
4 Kali
KALIREJO – Di balik hamparan hijau persawahan Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, tersimpan sebuah kisah tentang kebangkitan ekonomi kerakyatan. Bukan sekadar tentang angka dan laba, melainkan tentang marwah petani yang ingin berdaulat di tanahnya sendiri. Itulah latar belakang lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngremboko Kalirejo.
Kata "Ngremboko" diambil dari bahasa Jawa yang berarti tumbuh subur, berkembang, dan membawa kebermanfaatan yang meluas. Nama ini bukan dipilih tanpa alasan; ia adalah doa kolektif masyarakat desa agar unit usaha ini menjadi motor penggerak yang membawa kemakmuran bagi seluruh warga Kalirejo.
Sejarah BUMDes Ngremboko bermula dari sebuah kegelisahan yang dirasakan bertahun-tahun oleh para petani lokal. Meski memiliki tanah yang subur, petani seringkali terhimpit oleh sulitnya akses pupuk, permainan harga tengkulak, hingga keterbatasan alat pertanian modern.
Melihat kondisi ini, Pemerintah Desa Kalirejo bersama tokoh masyarakat bertekad bahwa desa tidak boleh hanya menjadi penonton. Melalui musyawarah desa yang penuh semangat gotong royong, disepakati pembentukan BUMDes yang berfokus sepenuhnya pada sektor Pertanian.
Sejak berdiri, BUMDes Ngremboko Kalirejo memposisikan diri sebagai mitra strategis, bukan pesaing bagi petani. Beberapa tonggak sejarah yang membuat unit usaha ini berkesan bagi masyarakat antara lain:
Kedaulatan Saprodi : BUMDes hadir sebagai penyedia sarana produksi pertanian (Saprodi) yang terjangkau, memastikan petani mendapatkan bibit dan pupuk berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh.
Modernisasi Pertanian : Perlahan namun pasti, BUMDes mulai mengelola alat mesin pertanian (Alsintan) untuk membantu efisiensi kerja petani, mengubah cara lama menjadi lebih modern dan produktif.
Stabilisator Harga : Dengan visi jangka panjang, BUMDes Ngremboko berupaya membangun sistem serap gabah untuk melindungi petani dari anjloknya harga saat musim panen raya tiba.
Yang membuat BUMDes Ngremboko istimewa adalah prinsipnya yang tetap memegang teguh kearifan lokal. Setiap jengkal tanah di Kalirejo diperlakukan sebagai warisan leluhur yang harus dijaga. BUMDes tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pola tanam yang berkelanjutan agar tanah tetap "Ngremboko" hingga generasi mendatang.
Kini, di bawah semangat pembaruan, BUMDes Ngremboko Kalirejo terus bertransformasi. Dari sekadar penyedia pupuk, kini mulai melirik pengolahan pasca-panen agar produk pertanian Kalirejo memiliki nilai tambah.
Sejarah BUMDes Ngremboko adalah bukti nyata bahwa ketika pemerintah desa dan masyarakat bersatu dalam satu visi, kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong. Dari Kalirejo, kita belajar bahwa kejayaan sebuah bangsa bermula dari keberhasilan desanya menjaga kedaulatan pangan.
"Ngremboko Kalirejo: Dari Tanah, Oleh Desa, Untuk Sejahtera."

